Indonesia, negeri yang (teramat) ramah

Sejak kecil dulu, kita sudah dijejali dengan ungkapan bahwa Indonesia dikenal dengan keramahan nya. Masyarakat Indonesia dinilai sangat ramah, tidak mudah marah dan suka bahu-membahu, atau lebih sering kita kenal dengan istilah gotong royong. Bukanlah suatu kesalahan kalau Indonesia dikenal dengan negeri yang ramah penduduknya, malah itu bisa sangat positif.

Dari segi interaksi masyarakatnya, Setiap rakyat Indonesia gak butuh waktu yang terlalu lama jika harus berpindah dari daerah asalnya ke daerah baru yang beda dari segi budaya dan adat istiadatnya. Jika si pendatang itu memiliki sikap yang baik, menggunakan betul istilah “dimana bumi dipijak distu langit dijunjung” maka si pendatang gak butuh waktu lama untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Begitu halnya dengan orang-orang bule yang tinggal di Indonesia. Mereka dapat dengan mudah “betah” tinggal di Indonesia. Alasan utamanya sudah tentu karena muadahnya mereka diterima dan menyesuaikan diri di sini.

Dari segi negara, Indonesia bisa dengan mudah menempatkan diri dalam pergaulan dengan negara-negara lain. Terbukti banyak kesepakatan-ekonomi dan bidang lainnya yang bisa menguntungkan kedua belah pihak. Sudah pasti ini karena keramahan dan keterbukaan Indonesia dalam menjalin kerjasama dengan negara lain, lagipula, jika kerjasama itu menguntungkan dan bukannya merugikan, bukan hal yang tabu tentunya untuk dilakukan.

Namun, agaknya, keramahan Indonesia sedikit demi sedikit mulai menjadi bumerang. Kenapa? Beberapa minggu ini, Dunia digegerkan dengan bocornya aksi penyadapan terhadap beberapa negara di Asia dan Eropa oleh Amerika dan Australia. Yang lebih mengerenyitkan dahi adalah, Indonesia termasuk negara yang menjadi korban spionase tersebut. Edward Snowden adalah orang yang sedang menjadi buah bibir akhir-akhir ini. Ya, tindakannya mengungkapkan aksi spionase yang melibatkan Amerika serikat dan Australia yang ditujukan kepada negara di eropa dan Asia termasuk INDONESIA bak petir di siang bolong. Petir di siang bolong? berlebihan? menurut gue sih ngga yaa. Bisa dibayangkan, ketika rahasia terpenting negara kita “dicuri” oleh negara lain.

Misalkan aja, Indonesia punya strategi untuk memajukan bidang pertahanan dan keamanannya, dengan melakukan penguatan di bidang militer, nah rencana tersebut diketahui oleh pihak asing yang memiliki kerjasama dibidang pertahanan dan gak seneng kondisi Indonesia stabil, tau akibatnya? Langkah penguatan pertahanan dan keamanan Indonesia bisa terhambat atau bahkan celah-celah keamanan di negeri ini bisa dengan mudah diketahui dan dimanfaatkan untuk tujuan yang buruk.

Ambil contoh lain, misalnya Indonesia melalui Kementerian Pertanian ingin mengadakan program swasembada sapi. Kenapa soal sapi ini bisa jadi sensitif? Indonesia termasuk negara yang melakukan Impor sapi dalam jumlah besar, negeara tujuan impornya ya paling sering kita denger ada Australia dan Amerika, meskipun sekarang ada Selandia Baru juga. Misalnya, spionase yang dilakukan AS dan Australia ini juga menyasar ke rencana ini, bisa dibayangkan mereka bakal kelimpungan dengan rencana ini. Kelimpungan? Ko bisa? Jelas Bisa! Kita pernah ngga impor sapi aja, peternak di AS dan Australia kebingungan kemana harus jual hasil ternak mereka, apalagi kalau rencana swasembada sapi ini benar-benar terlaksana, bisa banyak peternak di kedua negara tersebut akan mengalami dampak yang cukup besar, bahkan bisa saja bangkrut. Hal ini karena Indonesia adalah pasar Impor sapi yang sangat potensial dan terlalu berharga bagi mereka.

Sekarang kita beralih ke respon pemerintah kita. Bagai mana respon Indonesia terhadap aksi spionase ini? Sudah cukup kah? Atau malah justru kurang? Kalau gue pribadi, menganggap respon Pemerinta masih kurang, terlalu lembek! Sejauh ini hanya Kementerian Luar Negeri lah yang menjalankan tugas dan fungsi nya dengan baik. Kemenlu sudah memanggil dubes AS dan Australia, tapi ketika dikonfirmasi, kedua dubes tersebut tidak memberikan respon yang memuaskan. Mereka tidak memberikan jawaban yang pasti, apakah benar spionase itu ada atau tidak. Menanggapi persoalan ini, kemenlu bahkan menggulirkan wacana meninjau ulang kembali kerjasama intelejen dengan kedua negara tersebut, sebuah respon yang pas dan tepat tentunya dari sebuah Kemeterian yang mengurusi diplomasi dan hal-hal yang berkaitan dengan hubungan luar negeri Indonesia.

Tapi apa reaksi Presiden ? Apakah Presiden sudah mengeluarkan reaksi langsung? Sejauh pengamatan gue sih, ngga ada tuh Presiden mengeluarkan pernyataan meski hanya sekedar nota protes. Lalu kemana sosok Presiden yang selama ini berani menegur pejabat dah bahkan anak-anak kecil yang tertidur mendengar pidatonya? Kemana sosok Presiden yang dengan lantang menyatakan merasa difitnah dan digebuki media selama memimpin negeri Ini? Kemana sosok Presiden yang langsung mengadakan Konferensi Pers di Lanud usai kunjungan luar negeri, untuk membantah keterangan seorang tersangka psakitan korupsi dan TPPU? Kemana sosok Presiden yang selalu terdepan ketika partainya mengalami guncangan keras? Kemana? Kemana?

Menurut gue reaksi “ramah” ini sudah jadi bumerang, giliran negara diobok-obok yang bereaksi tidak lebih dari menteri luar negeri. Apakah salah menteri luar negeri bereaksi? tentu tidak. Tapi kita butuh juga sang Presiden kita ini untuk menyampaikan sikapnya. Sikap Presiden bisa mempertegas status Indonesia, bahwa Indonesia bukan negara kacangan. Bahwa Indonesia juga memiliki sikap politik yang tegas terhadap aksi-aksi spionase yang merugikan. Presiden tidak perlu bersikap reaktif dengan memutuskan hubungan diplomatik. Presiden hanya perlu langsung menyampaikan bahwa ia sebagai Pimpinan Negeri ini tidak suka dengan tindakan spionase tersebut dan meminta penjelasan secara langsung dan terbuka dari kedua negara tersebut. Jika kedua negara tersebut tidak mau, Indonesia Akan meninjau ulang setiap kesepakatan-kesepakatan yang dibangun antar kedua negara.

Begitu saja kan ngga repot toh pak? Memang bukan perkara yang mudah mngungkapkan kekecewaan kepada negara lain, apalagi negara tersebut bisa dibilah kawan dekat negara kita. Tapi, jika sudah menyangkut harga diri bangsa dan berpotensi melahirkan ancaman bagi kestabilan negara, Protes sederhana semacam tadi adalah hal yang wajar. Jangan biarkan Indonesia jadi negeri yang teramat ramah bagi aksi-aksi merugikan negara seperti ini.

Sekian!

Menanti Soekarno baru

“Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita belum selesai ! – Soekarno”

Membaca kutipan ucapan Bung Karno di atas, tentulah akan membuat hati kita bergetar. Sebagai seorang founding father bangsa ini, Bung Karno tentu mencintai rakyatnya. Dari kutipan ucapan tersebut, tercermin bahwa Seorang Pemimpin harus memperhatikan nasib rakyatnya. Tidak hanya itu, tapi juga selalu berusaha untuk menyejahterakan rakyatnya.
Sungguh memang bukan pekerjaan yg mudah. Tapi dibalik ketidakmudahan itu, Bung Karno tidak sedikit pun mengeluh. Ya, beliau bukan lah sosok pengeluh, bahkan ketika nyawanya terancam pun Bung Karno tidak mengumbar keluhannya. Namun, kedekatan Bung Karno dg PKI kala itu menjadi dilema tersendiri, dan menjadi ilham untuk para musuh menggulingkan kepemimpinannya. Tapi apapun itu, Indonesia, bahkan Dunia akan mengenang Soekarno sbg sosok yg tegas, revolusioner, dan disegani kawan maupun Lawan.

Indonesia butuh sosok pemimpin yg tegas. Sosok Negarawan sejati, yg tdk pernah ragu melangkahkan negeri ini. Sosok yg ada pada diri Presiden BJ Habibie sebenarnya, sayang beliau terlalu cepat dilengserkan.

Semoga kelak muncul pemimpin Indosesia yg lantang menyuarakan dan menjalankan kebaikan. Tidak tegantung sama partai, tidak terbuai kebijakan barat. Mampu kembali membawa negeri ini maju. Semoga, harapan itu masih ada..

Menanti Soekarno baru

“Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita belum selesai ! – Soekarno”

Membaca kutipan ucapan Bung Karno di atas, tentulah akan membuat hati kita bergetar. Sebagai seorang founding father bangsa ini, Bung Karno tentu mencintai rakyatnya. Dari kutipan ucapan tersebut, tercermin bahwa Seorang Pemimpin harus memperhatikan nasib rakyatnya. Tidak hanya itu, tapi juga selalu berusaha untuk menyejahterakan rakyatnya.
Sungguh memang bukan pekerjaan yg mudah. Tapi dibalik ketidakmudahan itu, Bung Karno tidak sedikit pun mengeluh. Ya, beliau bukan lah sosok pengeluh, bahkan ketika nyawanya terancam pun Bung Karno tidak mengumbar keluhannya. Namun, kedekatan Bung Karno dg PKI kala itu menjadi dilema tersendiri, dan menjadi ilham untuk para musuh menggulingkan kepemimpinannya. Tapi apapun itu, Indonesia, bahkan Dunia akan mengenang Soekarno sbg sosok yg tegas, revolusioner, dan disegani kawan maupun Lawan.

Indonesia butuh sosok pemimpin yg tegas. Sosok Negarawan sejati, yg tdk pernah ragu melangkahkan negeri ini. Sosok yg ada pada diri Presiden BJ Habibie sebenarnya, sayang beliau terlalu cepat dilengserkan.

Semoga kelak muncul pemimpin Indosesia yg lantang menyuarakan dan menjalankan kebaikan. Tidak tegantung sama partai, tidak terbuai kebijakan barat. Mampu kembali membawa negeri ini maju. Semoga, harapan itu masih ada..

Berharap bisa aku mengulanginya kembali

Tertulis pada : 05112010

Berharap bisa aku mengulanginya kembali.

Berharap bisa aku mengulanginya kembali..

Berharap bisa aku mengulanginya kembali.

 

Melihat senyum termanis mu yg kau beri untukku..

Terlibat dalam diskusi hangat dengan diri mu..

Menyanyikan lagu bersama ditengah rintik hujan..

Lagu tentang perasaan tak terungkap, yg kita sukai..

Aku sungguh merindu siang di hari itu..

Tepat 27 hari di depan, pada 2th yg telah berlalu..

Disaat kita berpayung ditengah rintik hujan..

Disaat aku bisa menikmati tiap jengkal waktu dengan mu..

Memang aku tiada pernah bisa menebak hatimu..

Namun yg aku tahu kau dan aku bagai Merah dan Putih..

Begitu dekat, sungguh dekat, dan sangat dekat..

Hingga akhirnya kita berdua sangat-sangat nyaman..

Hingga kini, hatimu adalah misteri yg tiada bisa ku jawab..

Dan Kadang aku masih terlibat dengan sebuah kata “sesal”..

Karena aku tiada pernah menyuratkan semua ini pada mu..

Karena aku hanya mampu menyiratkan nya padamu..

Kini pun aku masih menikmatinya..

Menikmati keterjebakkan ku terhadap misteri hatimu..

Menikmati saat aku terbunuh perlahan oleh rinduku padamu..

Menikmati setiap jengkal kenangan yg kita ukir dahulu..

Tiada habis nya memang bila mengenang dirimu..Mengenang kehangatan bersama dirimu..

Tiada habis nya mengungkapkan kerinduanku pada mu..

Dan tiada aku bisa meninggalkan jejak kenangan bersamamu..

Berharap bisa aku mengulanginya kembali..

Meski hanya hitungan menit pun aku pasti menikmatinya..

Selamat hari lahir untukmu 27 hari di depan hari ini..

Jejak indah kenangan bersamamu, selalu tersimpan indah dihatiku..

————–

#Memori : gdz – 05112010

Aku Tak Akan Meninggalkanmu

Jika memang itu terbaik untuk mu…

Lakukan lah, lakukan lah dengan sepenuh hati..

Jangan ada setitik pun keraguan pada dirimu..

Karena hanya akan melukai kebahagiaan mu..

 

Aku tidak akan meninggal kan mu

Aku akan tetap berjalan beriringan disampingmu..

Hingga suatu saat ada keyakinan dalam diriku

Bahwa kau mampu meski aku tiada lagi disisi mu..

 

Saat kuyakin kau telah cukup bahagia..

Mungkin aku tiada lagi disisi mu..

Melainkan ada di belakang mu,

Mendorong mu agar lebih kuat, bukan meninggalkan mu

 

Dan saat ku pastikan kau sudah sangat bahahgia..

Perlahan aku mohon pamit atas diriku..

Aku tidak akan lagi ada di belakang mu…

Akan ku lihat kau dari jauh, tapi bukan meninggalkan mu..

 

Karena ku yakin saat itu sudah ada yg mengiringi mu..

Ia yang baik yang slalu kau idamkan..

Aku akan sangat berbahagia melihat mu bila saat itu tiba

Akan ku titipkan pada bulan rasa bahagiaku untuk mu..

 

Namun jangan lah kau takut..

Aku tiada pernah akan meninggal kan mu..

Aku akan slalu ada disini untuk mu

Meskipun hanya memerhatikan mu dari jauh…

#Memori -26112010

Naskah – Pesan Pendek

Sebuah karya dari Teater Jendela. Menceritakan tentang kisah dua orang kawan seperjuangan saat masih dalam satu tekad untuk meruntuhkan kekuasaan yang tirani.

Bagian 1 (“Aku”)

SOSOK “AKU” BERDIRI DI PANGGUNG. BEREKSPRESI MENGUNGKAPKAN KERINDUAN PADA KAWAN SEPERJUANGANNYA.

Aku telah kehilangan dia, mungkin setelah 30th sejak kerusuhan di ibukota meletus dan nyawa-nyawa membumbung bagai gelembung busa sabun yang pecah di udara, lalu tiada.

Waktu itu, di tengan kepungan panser yang siap menggilas siapa saja. Do’a ku cuma satu, semoga Tuhan belum berkenan memanggilnya. Karena aku tahu persis, jalan aspal makin menghitam disiram darah amis.

Aku masih melihat dia berdiri diatas tembok, mengibas-ngibaskan kan bendera sambil berkoar ketika masa bergerak dan merangsek istana. Sautan suara senapan menyalak menumbangkan tubuh-tubuh orang banyak. Aku ingin melihatnya kembali. Apakah ia masih berdiri dengan gila dan berkoar diatas tembok istana?. Sungguh semangat yang tak pernah putus meski hujan berusaha meredakannya. Namun ternyata, ia telah tiada.

Read More…

Curhat sama si Bot

Astagfirullah..

“Kenape bal??” . “gapapa bot, eh bot-bot gw mw curhat boleh ye”. “yaelah pake minta izin, kan hidup mati gw tergantung mouse yg lo pegang bal :D”. “haha, bisa aje laauu bot, jadi gini bot”.

Baru semalem liat sebuah foto yg selalu bikin inget sama seseorang di masa lalu. Entah kenapa di setiap waktu-waktu terntentu gw selalu pengen liat foto itu. Bisa gw pastiin, gak ada sama sekali niatan tersembunyi setiap kali liat foto itu. Tapi entah kenapa, selalu ada korelasi kejadian setelah gw liat foto itu.

Contoh deh, dua kejadian terakhir. Kejadian pertama, tepat beberapa hari setelah objek foto tersbut wisuda. Gak lama gw denger kabar, bahwa si objek foto tersebut melanjutkan studi di tempat yang cukup jauh. Ah, waktu itu bener-bener nyesel deh rasyanya. Nyesel karena gw sama sekali gak coba temuin objek pas dia wisuda. Ada beberapa alasan kenapa gw gak mau ketemu objek tersebut pas dia wisuda. Salah satu yang terpenting adalah menjaga perasaan si objek tersebut, perasaan pasangan objek tersebut, dan perasaan gw tentunya :D . Bukan apa-apa sih, cuma gw rasa udah gak tepat aja waktu itu klo gw coba buat ketemu si objek foto tersebut. Ya walopun gw harus gigit jari, gak akan bisa ketemu lagi sama si objek foto. Kenapa gw bisa sampe agak nyesel gak ketemu??? Karena gw masih punya utang permohonan maaf secara langsung ke si objek foto tersebut. Cuma itu aja ko ;) .

Hmm.. Kayanya gw udah terlalu lama membiarkan diri ini bernostalgilaa lewat kejadian pertama tadi :D . Oke-oke, sekarang waktunya ke Kejadian kedua. Pada tau gak kejadian kedua itu kapannn???? “kemaren bal!!”. “Salah”, “Kemaren Lusa??”. “Salah juga”. “Hm, besok apa besok??” . “Beuh gimana mw besok, lha woh hari ini aja belom kelar toh bot bot”  (mulai agak gila :D ). Oke deh gw kasih tau aja (*padahal ada gada yg nanya :P). Kejadian Kedua itu.. HARI INI.. “ah, seriiuuss looo???” (gw rasa si bot juga udah ragil :P ). Ya bener, gw serius. Hari ini, adalah hari dimana gw SECARA TIDAK SENGAJA ngeliat foto-foto di folder itu, dan ternyantaaa.. Jeng jeng jengg!!!! gw akhirnya liat lagi don tuh foto :D. “gimana gak lo liat, lo kan naro tu foto satu folder sama foto teater bal” . “Hehe, iya lah bot gw taro di folder itu. Lha kan itu pas acara teater, udah lama bgt tu foto bot”.

Jadi gini inti kejadian kedua di hari ini (akhirnya nyampe ke topik juga :P). Hari ini gw lagi iseng upload-upload foto teater ke grup wassap Teater. Dan sejenak gw (lagi-lagi) terkesima ngeliat si objek di foto itu. “udah gak boleh baall!!”. “Iye, bot iye, gw tau!!”. Oke deh, gini. Seperti kejadian pertama, sehabis gw liat foto si objek, hampir selalu diiringi kejadian yang berhubungan sama si objek. Dan kejadian hari ini adalah… Read More…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 362 other followers

%d bloggers like this: